no fucking license
Bookmark

Wanita Ikhlas di Balik Derita Mbah Waras


 



MEDIAGLOBENASIONAL.COM - TEGALDLIMO - BANYUWANGI  - Beberapa hari lalu, kasus kemanusiaan yang dialami Mbah Waras, warga Desa Purwoasri, Kacamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur itu telah menyedot perhatian warga   karena sakit yang telah lama dideritanya. Diketahui bahwa lelaki renta bernama Mbah Waras yang hidup sebatang kara dan menempati rumah bekas eksodan semi permanen itu kondisi kesehatannya benar - benar memprihatinkan. 


Sudah hampir tiga tahun, Mbah Waras yang menghuni rumah eksodan berdinding papan berlantai tanah, kumuh dan kotor itu tepat di belakang kantor Desa Purwoasri, Tegaldlimo, Banyuwangi.



Investigasi media GLOBE, Senin, 06 Juni 2022, dan juga hasil lacak rekam dari sejumlah nara sumber di lapangan atas kasus kemanusian Mbah Waras itu datanya telah terangkum akurat.


Ketika media GLOBE menemui ISB, salah satu tetangga dekat Mbah Waras itu menuturkan dengan jujur bahwa hampir selama tiga tahun telah merawat Mbah Waras yang fisiknya sudah tak mampu bergerak dan hanya terbaring lemas di lantai tanah beralaskan kasur lusuh itu.


Ketika ditanya kenapa dirinya selama bertahun - tahun bersedia merawat lelaki renta, miskin harta, sebatang kara, bukan kerabat dan lumpuh itu? 


"Terus siapa kalau semua orang tidak bersedia merawatnya? Mbah Waras

kan butuh bantuan orang lain," tutur perempuan tetangga dekat Mbah Waras itu saat ditemui di emper rumahnya, Senin, 06 Juni 2022.


Lanjut tetangga Mbah Waras itu bahwa setiap pagi, siang dan sore selalu diantarkirimi makan dari bantuan sembako yang diterimanya.


"Beras jatah Mbah Waras dari pemerintah itu saya masakkan dan diantarkan setiap pagi, siang dan sore," jelentreh perempuan itu. 


Tuturnya lagi, bahwa ketika masih sehat, Mbah Waras itu tidak kerasan jika harus tinggal dengan kerabatnya dan lebih memilih menghuni rumah di belakang kantor desa itu hingga tubuhnya lumpuh.


Masih tuturnya lagi, bahwa selama kurang lebih tiga tahun merawat Mbah Waras itu benar - benar niat baik demi melihat keprihatinan lelaki lumpuh itu dan tak pernah pihak mana pun yang menyuruhnya. 


Ketika ditanya apakah selama ini ada pihak - pihak pejabat setempat menyuruh dirinya untuk merawat derita Mbah Waras? Juga ketika ditanya andai tidak dirinya kemudian siapa yang bersedia dan sanggup merawatnya? 


"Sampun lah. Saya ikhlas kok. Biarkan, sekarang Mbah Waras sudah ada yang merawat lebih baik di kota Malang sana," pungkas ISB mengakhirinya. ( Nang/Rahmat )

Posting Komentar

Posting Komentar