no fucking license
Bookmark

Memanfaatkan Air Sungai sebagai Tempat untuk Mandi dan Cuci-Cuci serta BAB. Ini Pengakuan Dua Warga



GLOBE-BANYUWANGI-JAWA TIMUR. Hari sudah mulai sore sekira pukul 16.00, senin, 18/2, tim media Globe melihat warga yang berada di dusun kunir, desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh ke luar rumah.

Beberapa meter dari jembatan sungai tim melihat terpal biru yang terpampang diatas air . Banyak warga yang berjalan menuju terpal biru itu. Di tangan mereka menjinjing ember berisikan piring dan setumpuk pakaian kotor.

Aktivitas tersebut berlangsung sebelum matahari terbenam menjelang magrib. Jam tersebut merupakan waktu sibuk bagi mereka, ada yang mencuci piring, mencuci baju dan keluar masuk kerudung terpal untuk membuang air besar.

Semua kegiatan itu dilakukan di satu tempat yaitu aliran Sungai kunir



Di Aliran Sungai Kunir Ini Warga dusun kunir, singojuruh Mencuci dan BAB Foto : Jupri

Aliran sungai tersebut digunakan oleh warga RT/RW 02/03 untuk mandi dan cuci-cuci serta buang air besar ( BAB ) dan buang sampah.

"Lantaran tidak ada tempat tempat untuk membuang sampah" tutur Haniyah (43), warga RT/RW 02/03.

Senada dengan Brahim (51). Menurut beliau warga masih senang memanfaatkan air sungai kunir ini sebagai tempat  mandi.

Meski rumahnya sudah ada sarana MCK, tapi bagi mereka kurang pas jika Tidak di sungai. Ini merupakan sudah budaya mulai dulu. 

"Dan masyarakat petani disini kalau habis dari sawah untuk membersihkan diri dari lumpur, langsung ke 'Kali' atau sungai, alasannya lebih enak di kali daripada sumur."  katanya

Lanjutnya, terpal plastik kerudung biru itu dibuat untuk menutupi orang madi.

"jadi, Walaupun warga dusun kunir ini sudah memiliki tempat mandi dirumahnya berupa sumur, tetapi masih senang memanfaatkan sungai Kunir ini untuk mandi ,cuci-cuci, Buang Air Besar (BAB )" pungkasnya. JP/ Aris/ GLOBENEWS



Posting Komentar

Posting Komentar