Sepasang Arca Gaprang Unik dan Vulgar, Sisa peninggalan Masa Kerajaan Singosari

Redaksimediaglobe
... menit baca
Dengarkan
Foto : Yang Tersisa dari Kerajaan Singosari. Arca Gamprang Unik dan Vulgar
GLOBE- BLITAR. Gaprang adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Kanigoro, kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Dimana nama desa ini ada kaitanya dengan sala satu arca kerajaan Singosari yaitu Arca Gaprang, Unik dan Vulgar
Dari catatan media ini, minggu, 9 Februari, Arca Gaprang tersebut merupakan sepasang arca laki-laki dan perempuan yang cukup unik. Dan bentuk arcanya yang vulgar. Salah satu arca memegang alat genital laki-laki lengkap dengan testisnya
Dan penemuan asal muasal nama desa Gaprang menurut Abdul Mutholib kepala desa adalah dasarnya dua Arca itu.
"Arca tersebut bernama mbah gede dan nyi gede yang saling memegang alat vitalnya untuk perang berpadu kasih antara suami dan istri." katanya
Menurut catatan sejarah, masih Mutholib, perang antara mbah Gede dan Nyi Gede itu tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, "Sampyuh" jelasnya
Dia juga menjelaskan lagi bahwa nama Gaprang itu 'gaman perang'
Selanjutnya pria 53 tahun ini mejelaskan awal penemuan dua arca tersebut pada tim media Globe, ia mengatakan dua arca itu bekas runtuhan candi. Dan candi ini menurut dugaanya dibuat di masa kerjaan Singosari.
"Yang pada saat itu di rajai oleh Kenarok. Kira- kira di bangun di tahun 1249 masehi. Dan penemuan reruntuhan candi itu menyerupai simbul- simbul bangunan kerajaan Singosari bukan simbul bangunan kerajaan Majapahit. Dan lagi beliau menerangkan pahatan-pahatan batu arca itu ada simbul simbul kerajaan Singosari bukan Majapahit" terangnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Agus winaryo 29 tahun warga dusun Gaprang dua rt 01 rw 05, jurukunci arca mbah gede mengatakan bahwa situs arca ini di pantau oleh Badan pemeliharaan cagar budaya (BPCB).
"Adapun bentuk bantuan dari pihak BPCB itu merupakan alat- alat kebersihan seperti, gunting rumput, selang air, dan berbagai macam kebutuhan perawatan arca" katanya
Harapanya, pria yang masih lajang ini ke pada masyarakat luas hususnya masyarakat Kanigoro Blitar, untuk sama sama melestarikan sejarah Mbah gede.
"Ayolah msayarakat umum dan hususnya warga Kanigoro Blitar ini sering untuk silaturohmi kesini agar kita bisa meng uri-uri sejarah mbah gede ini " katanya. (Ady -IL/GLOBENEWS)






Posting Komentar