Globe - Tuban. Korban meninggal akibat kelelahan dan kecapekan saat gelaran pemilu serentak kemarin bertambah.
Kemarin, Dwi Setyawan, seorang anggota Linmas warga Dusun Kedung Desa Kedungsoko Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Dr. R. Koesma Tuban.
Pria kelahiran Bojonegoro tersebut meninggal di rumah sakit sekitar pukul 19.00 WIB karena sakit. Di duga akibat kelelahan saat pengamanan kotak surat suara dalam pemilu serentak kemarin.
Menurut Ahmad Fauzi Hendratmoko, S.Pd, M.Pd salah seorang petugas PPS Desa Kedungsoko menuturkan, almarhum Dwi Seytawan bertugas mengamankan kotak surat suara di Balai Desa Kedungsoko bersama 2 orang anggota Linmas lainnya sebelum pencoblosan. Sedangkan 32 personil anggota linmas lainnya berjaga di 16 TPS yang tersebar di 3 Dusun di wilayah desa Kedungsoko.
"Mungkin karena faktor kelelahan akhurnya dia sakit dan kemarin sempat di bawa ke RSUD Tuban dan akhirnya meninggal dunia, " kata Ahmad Fauzi Hendratmoko yang juga dosen salah satu universitas di Tuban tersebut.
Fauzi berharap, pemilu serentak kedepan harus di evaluasi dan di tinjau ulang. Mengingat banyaknya korban jiwa yang meninggal saat gelaran pesta demokrasi yang sangat menyita tenaga dan waktu.
"Sistem pemilu seperti ini (pemilu serentak,red) ke depan harus dievaluasi kembali," tandas Fauzi saat dikonfirmasi wartawan Globe News.
Fauzi mewakili Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kedungsoko juga berharap agar ada santunan untuk anggota linmas yang meninggal dunia.
Sementara itu, ucapan bela sungkawa datang dari berbagai pihak. Antara lain dari Ketua PPK Kecamatan Plumpang Abdul Mundlir.
"Kami dari PPK Kecanatan Plumpang turut berbela sungkawa atas meninggalnya pak Dwi Setyawan. Semoga beliau khusnul khotimah dan keluarga diberi ketabahan," ujar Abdul Mundlir melalui pesan singkat yang disampaikan via WhattsApp. (Hadi Susilo/Globe News).





Posting Komentar