Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia melalui Media Globe Nasional
Mempertanyakan Etika Politik dan Demokrasi dalam Pembentukan Anak Muda
Redaksimediaglobe
Update:
... menit baca
Dengarkan
Opini : Jurnalis /Rafiq
MEDIAGLOBENASIONAL.COM. - Dalam era demokrasi yang semestinya dijunjung tinggi, rezim saat ini menimbulkan keprihatinan yang mendalam terhadap cara mereka membentuk anak muda. Praktik-praktik yang meragukan, seperti nepotisme dan perubahan peraturan yang dirancang untuk kepentingan pribadi, telah mengusik fondasi demokrasi dan etika politik. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi masalah ini dan mempertanyakan apakah contoh yang ditunjukkan sejalan dengan nilai-nilai yang seharusnya kita ajarkan kepada generasi masa depan.
Satu hal yang memicu kekhawatiran adalah praktik nepotisme yang terlihat marak di lingkungan politik saat ini. Anggota elit politik terkait terlibat dalam proses politik dengan cara yang menguntungkan mereka secara pribadi. Perubahan peraturan seperti batas usia dan norma baru yang dimasukkan untuk kepentingan individu tertentu menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan transparansi dalam sistem politik.
Selain praktik nepotisme, kita juga harus mempertanyakan etika politik para pemimpin. Contohnya, perpindahan partai politik yang terjadi tanpa penjelasan yang memadai. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap integritas pemimpin dan menunjukkan ketidakkonsistenan dalam pendekatan politik mereka. Dalam politik yang seharusnya berlandaskan pada kesetiaan pada partai dan nilai-nilai yang dianut, apakah kita dapat menganggap praktik ini sebagai contoh teladan bagi generasi masa depan?
Praktik-praktik ini juga menggoyahkan keyakinan kita terhadap demokrasi yang seharusnya kita junjung tinggi. Demokrasi adalah sistem yang seharusnya mewakili suara rakyat dan memastikan keadilan bagi semua. Namun, dengan praktik-praktik yang mencabut hak-hak rakyat dan memberikan keuntungan kepada individu tertentu, kita harus bertanya apakah sistem ini benar-benar mampu mewujudkan nilai-nilai demokrasi yang sejati.
Sebagai masyarakat yang berkomitmen pada demokrasi yang sejati, kita harus mengevaluasi dengan serius praktik-praktik ini. Kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai yang lebih tinggi, seperti keadilan, transparansi, dan integritas, tetap menjadi inti dari sistem politik kita. Kita harus memberikan contoh yang lebih baik bagi generasi masa depan, mengajarkan mereka tentang pentingnya etika politik yang kuat dan demokrasi yang inklusif.
Pembentukan anak muda adalah tanggung jawab yang sangat penting bagi setiap rezim. Namun, cara rezim saat ini melakukannya menimbulkan keprihatinan yang mendalam terhadap demokrasi dan etika politik. Praktik nepotisme, perubahan peraturan yang dirancang untuk kepentingan pribadi, dan kurangnya konsistensi dalam pendekatan politik menimbulkan keraguan terhadap integritas para pemimpin. Sebagai masyarakat, kita perlu mempertanyakan dan mengkritisi praktik-praktik ini untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang lebih tinggi tetap menjadi landasan dalam sistem politik kita. Kita harus mengajarkan generasi masa depan tentang pentingnya etika politik yang kuat dan demokrasi yang inklusif, sehingga mereka dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi negeri ini. (*)
Media Globe Nasional Ini merupakan media yang bergerak dalam hal Kontrol sosial, Baik pemerintah maupun swasta. Dan media ini juga sebagai wahana komunikasi masa
Posting Komentar