![]() |
| Foto : penyerahan 'gunungan' oleh Drs. Suyanto kepada Ki Dadung Sutrisno |
GLOBE NASIONAL, BANYUWANGI-Sabtu malam, 7 September 2024, Desa Purwodadi menjadi pusat keramaian. Dua peristiwa besar, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 dan Hari Jadi Desa Purwodadi yang ke-72, diperingati dengan semarak. Sejak sore hari, warga desa sudah berbondong-bondong menuju Pendopo Kantor Desa, tempat utama diadakannya acara resepsi yang menjadi puncak dari rangkaian perayaan.
Tradisi lokal yang telah turun-temurun dilestarikan, yaitu pertunjukan wayang kulit, kembali menjadi sorotan utama. “Wayang kulit ini adalah wujud syukur dan doa kita, sekaligus pelestarian budaya. Ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah desa kami,” ujar Kepala Desa Purwodadi, Drs. Suyanto, ketika ditemui di sela-sela persiapan acara.
Tepat pukul 20.00 WIB, penampilan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang kondang, Ki Dadung Sutrisno, dimulai. Lakon yang dibawakan malam itu, "Wahyu Ketentreman Desa Purwodadi," diambil sebagai simbol kedamaian dan harmoni yang menjadi cita-cita bersama seluruh masyarakat desa. Ki Dadung Sutrisno, yang juga merupakan kepala desa di wilayah Purwo Asri, memberikan sentuhan istimewa dalam setiap adegan yang disampaikan, membuat warga yang hadir larut dalam cerita.
![]() |
| Foto : Drs. Suyanto kepada Ki Dadung Sutrisno. Pemerintahan Desa Purwodadi Gelar Resepsi dan Wayang Kulit dalam Peringatan Kemerdekaan dan Hari Jadi Desa |
Pertunjukan wayang kulit ini bukan sekadar hiburan, namun merupakan bagian dari warisan budaya yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Desa Purwodadi. “Kami bangga bisa terus melestarikan budaya leluhur ini. Wayang kulit adalah cerminan nilai-nilai kehidupan yang kami pegang teguh,” lanjut Suyanto dalam sambutannya sebelum penampilan dimulai.
Prosesi acara malam itu tak berhenti hanya pada pertunjukan. Di puncak acara, tepat pukul 22.00 WIB, dilakukan penyerahan 'gunungan' oleh Drs. Suyanto kepada Ki Dadung Sutrisno sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam melestarikan seni tradisional wayang kulit. Penyerahan gunungan ini juga menjadi simbol dukungan desa terhadap kelangsungan seni budaya yang telah menjadi bagian integral dari masyarakat Purwodadi.
“Acara seperti ini penting untuk mengingatkan generasi muda tentang akar budaya mereka. Jangan sampai warisan leluhur hilang begitu saja,” ujar salah satu warga, yang ikut menyaksikan pertunjukan wayang kulit bersama keluarganya.
Seperti tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun, perayaan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga desa. Suasana kekeluargaan sangat terasa di setiap sudut pendopo kantor desa, di mana warga saling bercengkrama, berbagi cerita, dan menikmati suasana malam penuh kebahagiaan.
Perayaan Hari Jadi Desa Purwodadi ke-72 dan HUT RI ke-79 ini tidak hanya menjadi momen nostalgia atas masa lalu, namun juga sebuah pengingat bahwa semangat kebersamaan, gotong-royong, dan pelestarian budaya adalah fondasi yang kuat bagi masa depan desa. Di tengah tantangan modernisasi, Desa Purwodadi menunjukkan bahwa budaya dan tradisi tetap hidup dan berkembang, menjadi jantung dari kehidupan masyarakat yang harmonis.[iks]






Posting Komentar