no fucking license
Bookmark

Di Tengah Malam Nataru, Alun-alun Sumenep Menjadi Panggung Seni dan Pesan Kemanusiaan

 

MEDIA GLOBE NASIONAL -SUMENEP —Hingga Jumat malam menuju Sabtu [26/12/2025], Alun-alun Kota Sumenep masih dipadati warga. Pentas Seni untuk Negeri yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudpar) Kabupaten Sumenep belum usai dan terus berlangsung dengan pengamanan aparat.

Pantauan Media Globe Nasional di lokasi, sejak awal malam rangkaian acara berjalan tertib. Musik, pertunjukan seni, dan penampilan Sweet Model silih berganti mengisi panggung terbuka. Unsur pengamanan dari Polres Sumenep, TNI, dan Satpol PP terlihat berjaga sambil menyatu dengan kerumunan warga yang memenuhi area alun-alun.

Advokat nasional Azam Khan menyampaikan pernyataan sikap dan doa bersama bagi korban banjir bandang di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra saat Pentas Seni untuk Negeri di Alun-alun Sumenep.
Di sela-sela hiburan, panggung rakyat itu berubah menjadi ruang refleksi. Advokat nasional Azam Khan tampil membacakan pernyataan sikap dan doa bersama untuk korban banjir di Aceh dan Sumatra. Dalam pernyataannya, Azam Khan menyinggung bahwa kerusakan akibat bencana tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp50 triliun, yang pada akhirnya menjadi beban negara dari pendapatan pajak rakyat.

“Kerusakan lingkungan ini bukan persoalan kecil. Dampaknya panjang dan ditanggung bersama,” ucap Azam Khan di hadapan publik dan pejabat yang hadir.

Sweet Model yang tampil pada malam itu membawa konsep khusus bertema kepedulian kemanusiaan. Sekitar 22 model terlibat dalam pertunjukan yang dirancang sebagai simbol empati, bukan semata hiburan visual. Koreografi digarap oleh Arini, dengan asisten Gheib, Lala, dan Putri. Sweet Model diketahui berada di bawah kepemilikan Azam Khan, yang juga menjabat Ketua Harian Zamrud Khan.

Hingga berita ini diturunkan, acara masih berlangsung. Warga terus berdatangan dan memadati area alun-alun, sementara rangkaian musik dan pertunjukan seni masih bergulir. Panggung hiburan malam Nataru itu pun sementara ini menjadi ruang temu antara seni, negara, dan pesan kemanusiaan.

(fiq)

Posting Komentar

Posting Komentar