no fucking license
Bookmark

Ekonomi Banyuwangi 2026: Revitalisasi Pasar dan Tol Probowangi Pacu Pertumbuhan Inklusif

 

Foto : Gogle
BANYUWANGI – Globe Nasional Online. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tancap gas memacu mesin ekonomi di awal kuartal I-2026. Dengan mengandalkan kombinasi pembangunan infrastruktur strategis dan hilirisasi komoditas lokal, Bumi Blambangan diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Berdasarkan data terbaru, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi menunjukkan tren positif, didorong oleh tiga sektor utama: infrastruktur, pariwisata, dan industri pengolahan.

Revitalisasi Pasar Induk: Hub Baru Ekonomi Rakyat

Proyek revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi yang terintegrasi dengan kawasan heritage Asrama Inggrisan kini telah memasuki tahap penyelesaian (90%). Proyek yang didanai melalui kolaborasi pusat dan daerah ini diprediksi akan menjadi game changer bagi sektor UMKM.

"Pasar ini bukan sekadar tempat transaksi, tapi bagian dari ekosistem pariwisata kota yang akan meningkatkan spending wisatawan di pusat kota," ujar perwakilan Pemkab Banyuwangi. Analis ekonomi melihat integrasi ini dapat menyumbang kenaikan perputaran uang di sektor ritel hingga 15-20% secara tahunan (year-on-year).

Konektivitas Tol Probowangi Tekan Biaya Logistik

Di sisi infrastruktur makro, progres Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) terus menunjukkan kemajuan signifikan di tahun 2026. Kehadiran tol ini diyakini mampu memangkas biaya logistik pengiriman komoditas unggulan Banyuwangi, seperti ikan kaleng dari Muncar dan produk perkebunan, menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Key Points Ekonomi Banyuwangi 2026:

Target Pertumbuhan: 5,8% - 6,0% (Proyeksi 2026).


Sektor Unggulan: Industri Pengolahan, Pertanian, dan Pariwisata.


Proyek Strategis: Finalisasi Pasar Induk dan Kelanjutan Tol Probowangi.


Komoditas Ekspor: Ikan kaleng, produk kayu, dan buah-buahan tropis (Durian Merah).


Hilirisasi Hijau: Bioetanol PG Glenmore

Banyuwangi juga mulai memetik hasil dari kebijakan hilirisasi industri. Pabrik Bioetanol di PG Glenmore yang dijadwalkan beroperasi penuh tahun ini dengan kapasitas 30.000 kl per tahun menjadi bukti transformasi ekonomi daerah ke arah industri hijau.

Langkah ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal bersertifikasi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah tebu petani di wilayah Banyuwangi selatan.

Prospek Investasi

Investor mulai melirik sektor properti dan jasa di sekitar pintu keluar tol serta kawasan penyangga wisata. Penguatan status Indikasi Geografis (IG) untuk produk seperti Durian Merah juga membuka peluang bagi industri pengolahan makanan skala menengah untuk menembus pasar ekspor yang lebih luas.

Redaksi Globe Nasional Online Reporter:

Posting Komentar

Posting Komentar