![]() |
| Ilustrasi jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) (sumber: Google / ilustrasi umum, bukan lokasi Yosomulyo) |
Di Yosomulyo, jejak sosialisasi belum terlihat.
Kepala Desa Yosomulyo, Drs. Joko Utomo Purniawan, M.Pd, mengaku hingga kini belum pernah menerima undangan resmi, paparan teknis, ataupun forum pertemuan dari pihak PT PLN terkait rencana lintasan jaringan listrik bertegangan tinggi tersebut.
“Beberapa orang dari PLN memang sempat datang ke desa. Tapi tidak ada penjelasan apa pun. Hanya bersalaman, lalu pergi,” ujar Joko saat ditemui, Kamis (22/1/2026).
Tidak adanya sosialisasi itu membuat pemerintah desa kesulitan membaca arah kebijakan proyek, termasuk dampaknya bagi warga. Hingga kini, belum ada musyawarah desa maupun laporan dari masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut.
Padahal, menurut Joko, keberadaan jaringan SUTET bukan sekadar persoalan lintasan. Tegangan tinggi, jarak dengan permukiman, hingga risiko jangka panjang menjadi hal yang semestinya dijelaskan sejak awal kepada masyarakat.
“Kalau hanya lewat dan tidak ada manfaat langsung bagi warga, tentu harus dibicarakan bersama. Ini bukan keputusan kepala desa, tapi warga,” katanya.
Informasi mengenai sejumlah desa lain di Banyuwangi yang disebut telah menyepakati jalur SUTET juga belum dapat diverifikasi kebenarannya di Yosomulyo. Pemerintah desa mengaku belum menerima salinan dokumen, peta lintasan, ataupun penjelasan resmi yang menguatkan kabar tersebut.
Situasi ini menempatkan warga desa pada posisi menunggu: antara kabar yang beredar dan kepastian yang belum datang.
Media Globe Nasional masih berupaya memperoleh penjelasan dari PT PLN terkait rencana pembangunan SUTET di wilayah Banyuwangi, termasuk mekanisme sosialisasi, peta lintasan, serta pelibatan pemerintah desa dan warga terdampak.
[tim]



.jpeg)


Posting Komentar