no fucking license
Bookmark

Satu Meja di Ballroom Aston: Diplomasi Kopi dan Sumpah Pers Sehat di Bumi Blambangan

MOMENTUM SINERGI: Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., saat menyampaikan orasi dari atas podium Ballroom Hotel Aston dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Di hadapan ratusan jurnalis dan jajaran Muspida, ia menegaskan pentingnya peran "Pers Sehat" sebagai pilar penyangga kedaulatan bangsa dan penjaga kondusivitas wilayah di Bumi Blambangan.
MEDIA GLOBE NASIONAL -BANYUWANGI – .Di atas panggung utama, sebuah baliho besar berkelir biru tua menjadi latar yang tegas. Visualnya menampilkan ilustrasi jabat tangan erat antara aparat berseragam dan jurnalis, lengkap dengan dua cangkir kopi yang mengepul—sebuah simbol "Ngopi Bareng" yang menjadi jembatan komunikasi di ujung timur Pulau Jawa. Di sana, terpampang pesan utama: "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat"

Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., berdiri di balik podium mewakili Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan. Di hadapan ratusan pasang mata insan pers, Teguh menyampaikan pesan yang lugas mengenai relasi kuasa dan informasi.

"Pers adalah pilar keempat demokrasi. Kami di kepolisian sangat menghargai kontribusi rekan-rekan wartawan dalam mengawal kebijakan publik serta membantu Polri menjaga suasana aman melalui pemberitaan yang edukatif," ujar AKBP Teguh Priyo Wasono dari atas podium.

Ia juga menekankan bahwa di era disrupsi digital, peran pers sebagai verifikator menjadi harga mati. "Kami berharap media di Banyuwangi tetap menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak provokatif. Pers harus menjadi benteng pertahanan melawan arus hoaks yang dapat memicu perpecahan," tegasnya.

Suasana di meja-meja bundar memperlihatkan kehadiran tokoh-tokoh kunci pers daerah, mulai dari PWI hingga IJTI, yang duduk berdampingan dengan pejabat publik. Pertemuan ini seolah ingin menegaskan satu hal: bahwa di Banyuwangi, antara pemegang kebijakan dan pencari berita, telah terbangun satu frekuensi untuk menjaga stabilitas daerah.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan optimisme bahwa jurnalisme yang sehat adalah prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi yang berdaulat. Saat para jurnalis melangkah keluar dari ballroom dengan kamera dan catatan di tangan, mereka membawa pulang pesan dari podium Aston: bahwa kedaulatan bangsa bermula dari pena yang berintegritas.

[Rofiq]

Posting Komentar

Posting Komentar