no fucking license
Bookmark

Semarak 32 Tahun Sweet Model: Eksplorasi Estetika Bollywood dan Akulturasi Budaya Madura di Hari Jadi Sumenep

 

pergelaran 32th Anniversary Sweet Model Bollywood Fashion Show di LKS Gotong Royong, Sumenep. [Foto : Dok. MGN / Sweet Model]
SUMENEP, MEDIAGLOBENASIONAL.COM — Lembaga pemodelan tertua di Madura, Sweet Model, menggelar perayaan ulang tahun ke-32 bertajuk "32th Anniversary Sweet Model: Bollywood Fashion Show" di Gedung LKS Gotong Royong, Sumenep, Sabtu malam (26/9/2026). Pergelaran ini digelar secara khusus guna menyambut Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 sekaligus merayakan keberagaman akulturasi budaya setempat.

Pendiri sekaligus Pemilik (Owner) Sweet Model, Azam Khan—yang juga dikenal sebagai advokat nasional—mengungkapkan bahwa Sweet Model didirikan sejak tahun 1994 dan resmi berbadan hukum pada tahun 2000. Lembaga ini konsisten membina generasi muda dalam dunia modeling yang sopan, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai estetika budaya.

"Karakter budaya Madura itu unik—berani, ekspresif, kontras, dan mencolok. Ada pengaruh historis yang sangat kuat dari India, Cina, hingga Muslim Arab dalam pembentukan estetika, musik, dan tarian Madura. Tema Bollywood ini dipilih untuk mengembalikan ingatan historis tersebut dalam balutan fashion modern," ujar Azam Khan kepada wartawan Media Globe Nasional.

Pergelaran busana ini menampilkan puluhan model remaja hingga dewasa yang memperagakan busana bertema India dan kebaya modifikasi. Unsur kemeriahan kian terasa dengan kehadiran penyanyi kenamaan asal India, Ashish Thandani, serta bintang tamu Dafa Wijaya dan penampilan spesial Fashion Ibu PBBI by Heelwa Abaya.

Azam menambahkan, terselenggaranya ajang tahunan yang kini masuk dalam kalender event resmi pariwisata daerah ini tidak lepas dari komitmen dan kepedulian Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, terhadap pemajuan seni, budaya, dan ekonomi kreatif daerah

Dengan melibatkan jajaran pengurus seperti Zamrud Khan selaku Ketua Harian serta Arini sebagai Koreografer, ajang ini diharapkan mampu terus mendorong Sumenep menjadi pusat pertumbuhan seni busana dan pariwisata berbasis budaya di Jawa Timur.

Onliner : Redaksi / Laporan Khusus Budaya & Ekonomi Kreatif


Posting Komentar

Posting Komentar