GLOBENEWS_BANYUWANGI_ selasa, 04 Desember 2018 SINGOJURUH. Sebuah jembatan di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang mau ambrol itu, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait. lantai jembatan 'anjlok turun' kurang lebih 40 cm, retak dan nyaris ambrol.
Jembatan sepanjang kurang lebih 10 meter, lebar 4 meter itu merupakan akses utama warga desa menuju areal pesawahan.Dan juga sebagai akses vital penghubung antar dusun, desa dan kecamatan.
"Tiang penyangga yang tengah bawah jembatan hanyut pada saat banjir besar 2017, tahun lalu. Lantai jembatan anjlok turun dan hampir patah. Sangat mengkhawatirkan," kata Tohan (60) warga, Suko, Benelan.
"Tiang penyangga yang tengah bawah jembatan hanyut pada saat banjir besar 2017, tahun lalu. Lantai jembatan anjlok turun dan hampir patah. Sangat mengkhawatirkan," kata Tohan (60) warga, Suko, Benelan.
Tohan juga menjelaskan kalau jembatan itu memang sudah tua umurnya. "Di bangun ABRI masuk desa" ujarnya.
Warga lain juga menerangkan, Jembatan muara sungai badeng merupakan jalur alternatif, khususnya bagi warga dusun Gebang kidul.
"Itu tembusan antar dusun, desa dan kecamatan yaitu dusun karangasem, kantor desa Benelan dan desa Alasmalang. Terutama kalau warga dusun gebang mau beli bensin di pom Gombol. Bisa lewat jalan lain, di lintasan jln kapten sutaji arah gambor Geladak, tapi harus memutar 5 kilometer, " kata wawan, yang rumahnya sepanjang ujung jembatan, warga Dusun Gebang Kidul.
Jembatan itu, Wawan, sangat vital. Dengan kondisi seperti itu, warga khawatir berkendara di atasnya. Sementara ini merupakan jembatan satu-satunya menuju keluar desa.
"Kalau jembatan itu tidak dibangun, warga akan susah, karena merupakan akses jalan yang sangat penting. Dan, Kami harapkan jadi perhatian pemerintah karena demi kepentingan masyarakat banyak. Kondisi jembatan yang sudah mau ambrol itu, hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait. Dan infonya petugas PU sudah turun ke lapangan. Hanya saja, hingga hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan" terangnya.
Menanggapi hal itu, kepala Desa Benelan, Tatang Saruji mengatakan, dirinya sudah melakukan pengajuan dua kali ke Dinas PU Binamarga Banyuwangi dengan kondisi jembatan tersebut.
Warga lain juga menerangkan, Jembatan muara sungai badeng merupakan jalur alternatif, khususnya bagi warga dusun Gebang kidul.
"Itu tembusan antar dusun, desa dan kecamatan yaitu dusun karangasem, kantor desa Benelan dan desa Alasmalang. Terutama kalau warga dusun gebang mau beli bensin di pom Gombol. Bisa lewat jalan lain, di lintasan jln kapten sutaji arah gambor Geladak, tapi harus memutar 5 kilometer, " kata wawan, yang rumahnya sepanjang ujung jembatan, warga Dusun Gebang Kidul.
Jembatan itu, Wawan, sangat vital. Dengan kondisi seperti itu, warga khawatir berkendara di atasnya. Sementara ini merupakan jembatan satu-satunya menuju keluar desa.
"Kalau jembatan itu tidak dibangun, warga akan susah, karena merupakan akses jalan yang sangat penting. Dan, Kami harapkan jadi perhatian pemerintah karena demi kepentingan masyarakat banyak. Kondisi jembatan yang sudah mau ambrol itu, hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait. Dan infonya petugas PU sudah turun ke lapangan. Hanya saja, hingga hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan" terangnya.
Menanggapi hal itu, kepala Desa Benelan, Tatang Saruji mengatakan, dirinya sudah melakukan pengajuan dua kali ke Dinas PU Binamarga Banyuwangi dengan kondisi jembatan tersebut.
Kata saruji, pihak PU Pengairan akan segera memperbaikinya dan sudah turun ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan yang terletak di muara sungai badeng itu.
"Yang namanya jembatan sudah tua, dibuat tahun 1995 oleh ABRI Masuk Desa, maka bencana alam banjir bandang yang begitu dasyat tahun 2017 lalu. Pastinya jembatan yang sudah lama tua itu dengan penyangga yang hanya dari besi, jelas tidak mampu menahan derasnya air. Ya sudah, tugas kita memperbaikinya melalui jalan pengajuan pada PU Pengairan, karena estimasi dana besar" sebut Saruji.
Meski demikian, dirinya belum bisa memastikan kapan jembatan tersebut akan segera diperbaiki. Tapi, PU berjanji jika jembatan tersebut akan diperbaiki di tahun 2019 tahun yang akan datang.
"Yang jelas sudah ditinjau oleh PU, sudah cek ke lapangan, moga-moga bisa cepat diperbaikinya, cepat dibangun, untuk memperlancar lalulitas, karena jalan pintas dan merupakan akses ekonomi, pendidkan juga jalaur alternatif apabila jalan raya alasmalang dalam keadaan macet" harapanya
Soal himbauan pada semua warga, Kepala Desa juga sudah memberikan peringatan pada warga tentang bahayanya melewati jembatan itu Selagi belum ada perbaikan.
"Alhamdulillah warga menghormati dengan himbauan bahwa jembatan yang sudah anjlok itu, jangan di lewati dulu sebelum ada perbaikan dari pemerintah daerah. Namun, tak jarang pula ada warga yang nekat melewati jembatan tersebut meskipun sewaktu-waktu jembatan bisa putus dan ambrol" terang saruji dikantor desa pada media Globenews. ( GLOBENEWS )
"Yang namanya jembatan sudah tua, dibuat tahun 1995 oleh ABRI Masuk Desa, maka bencana alam banjir bandang yang begitu dasyat tahun 2017 lalu. Pastinya jembatan yang sudah lama tua itu dengan penyangga yang hanya dari besi, jelas tidak mampu menahan derasnya air. Ya sudah, tugas kita memperbaikinya melalui jalan pengajuan pada PU Pengairan, karena estimasi dana besar" sebut Saruji.
Meski demikian, dirinya belum bisa memastikan kapan jembatan tersebut akan segera diperbaiki. Tapi, PU berjanji jika jembatan tersebut akan diperbaiki di tahun 2019 tahun yang akan datang.
"Yang jelas sudah ditinjau oleh PU, sudah cek ke lapangan, moga-moga bisa cepat diperbaikinya, cepat dibangun, untuk memperlancar lalulitas, karena jalan pintas dan merupakan akses ekonomi, pendidkan juga jalaur alternatif apabila jalan raya alasmalang dalam keadaan macet" harapanya
Soal himbauan pada semua warga, Kepala Desa juga sudah memberikan peringatan pada warga tentang bahayanya melewati jembatan itu Selagi belum ada perbaikan.
"Alhamdulillah warga menghormati dengan himbauan bahwa jembatan yang sudah anjlok itu, jangan di lewati dulu sebelum ada perbaikan dari pemerintah daerah. Namun, tak jarang pula ada warga yang nekat melewati jembatan tersebut meskipun sewaktu-waktu jembatan bisa putus dan ambrol" terang saruji dikantor desa pada media Globenews. ( GLOBENEWS )




