no fucking license
Bookmark

Kasus Amoral Oknum Kiai, Respon Warga : 'Kiai' juga Manusia

MEDIA GLOBE NASIONAL


Foto : Baliho yang dulu bergambar wajah Oknum Kiai itu kini hilang rangka entah kemana. ( 25/06)



GLOBE - SINGOJURUH - BANYUWANGI  -Beberapa hari terakhir ini jagat pesantren dihebohkan, digegerkan,  dihancurleburkan sekaligus dihinadinakan atas kasus pelecehan seksual yang korbannya sejumlah santriwati dan santriwan yang pelakunya diduga kuat FZ, pengasuh pondok pesantren ( ponpes ) IU di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Data yang dihimpun media GLOBE dari berbagai sumber mencatat bahwa peristiwa amoral yang dilakonkan FZ, oknum pengasuh ponpes dan juga mantan wakil rakyat itu terkuak dari salah satu korban yang melapor ke Mapolresta Banyuwangi.

Menurut data bahwa sebanyak 6 ( enam ) korban tersebut adalah masih berstatus pelajar aktif di SMK yang diasuh pelaku. 

Dan, modus operandi aksi amoral yang dilakukan FZ berawal ketika sejumlah korban santriwati yang kisaran usia mereka belasan tahun dan masih 'bening - bening' tersebut semuanya menempati asrama. 

Baca : ketika itu pelaku memanggil korban untuk datang ke rumahnya

Masih kronologinya, ketika itu pelaku memanggil korban untuk datang ke rumahnya yang masih satu kompleks dengan asrama. Tak hanya itu, pelaku pun melancarkan aksi pendekatannya dengan akting bujuk rayu.

Aksi pelaku pun berlanjut dengan cara korban disodori minuman agar terlelap dan 'manut' yang sebelumnya telah dibacakan doa - doa agar menjadi 'sah' ketika pelaku menumpahkan aksi birahinya kepada korban.

Masih menurut catatan media GLOBE bahwa usai dugaan pelaku 'mencabuli' santriwatinya itu, pelaku titip pesan dan mewanti - wanti bahkan mengancam korban dikeluarkan dari sekolah jika membocorkan aksi kebirahian pelaku.

Hasil pengendusan media GLOBE di lapangan, Jumat, 24 Juni 2022, bahwa hampir seluruh warga di radius pondok pesantren yang diasuh FZ di Desa Padang, Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur itu enggan dikonfirmasi atas gonjang - ganjing dugaan kasus amoral yang dilakoni oleh FZ terhadap sejumlah santrinya tersebut.

Masih penelusuran media ini bahwa alasan sejumlah warga 'tutup mulut' atas dugaan kasus amoral itu karena mereka belum benar - benar paham faktanya di lapangan.

"Saya dengar kasus itu karena membaca di media sosial," ucap salah satu warga yang  menolak di - online - kan identitasnya itu.

Masih ucap warga itu bahwa alasan lain kenapa warga enggan berkomentar karena FZ adalah sosok panutan masyarakat di lingkungannya. Sosok agamis yang diteladani perilakunya, seorang politikus dermawan dan juga sosok penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya.

"Saya hanya prihatin kenapa tokoh sekelas ia telah terpeleset dan diduga melakukan hal yang memalukan," ucapnya heran.

Ucap warga itu lagi, bahwa dengan berdirinya lembaga pendidikan yang selama ini dikelola FZ, masyarakat di sekitarnya telah mendapatkan 'berkah' dari ratusan santri yang belajar di ponpes tersebut. 

Tapi sayang, lanjut warga itu bahwa gegara mencuat dan viralnya kasus asusila tersebut telah berdampak terhadap santri yang hengkang dari ponpes di Desa Padang, Singojuruh itu.

Bahkan warga tersebut mengatakan gegara kasus asusila yang dilakoni oknum pengasuh ponpes tersebut berdampak sosial terhadap baliho di jalan yang bergambar wajah pelaku.

"Gambar wajah beliau yang dulu terpampang di pertigaan jalan itu kini sudah hilang. Entah kemana," jelas warga.

Ketika ditanya kemana keberadaan FZ sekarang setelah dirinya dikabarkan dengan dugaan aksi amoral itu.

"Entah sekarang FZ kemana," jawab warga itu mengakhiri. ( jefri )

Posting Komentar

Posting Komentar