Opini: Jurnalis /Rofiq
MEDIAGLOBENASIONAL.COM - Konflik Israel-Palestina telah memicu sorotan dunia dengan kekerasan dan penderitaan yang tak terbayangkan. Namun, di balik lapisan politik dan teritorial yang rumit, ada cerita kemanusiaan yang menggetarkan hati kita dan memprovokasi pertanyaan mendasar tentang arti dan harga nyawa manusia.
Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua negara, memberikan tanah bagi orang Yahudi dan orang Arab Palestina. Tujuannya adalah menciptakan kedamaian dan keadilan, tetapi ironisnya, hal ini justru memicu berbagai penderitaan dan bencana kemanusiaan.
Setelah mandat Inggris berakhir pada tahun 1948, Israel secara resmi mendeklarasikan kemerdekaannya. Namun, reaksi yang merespons dengan kemarahan dan protes dari penduduk Arab Palestina yang merasa kehilangan tanah mereka hanya memperburuk situasi. Serangan balasan Arab Palestina pun terjadi, menghasilkan siklus kekerasan yang tak terputus.
Namun, apa yang benar-benar mencemaskan adalah penderitaan tak berkesudahan yang dialami oleh warga sipil Palestina. Dalam konflik ini, bukan hanya pejuang yang menjadi korban, tetapi juga orang tua, wanita, dan bahkan anak-anak yang tak bersalah. Rumah-rumah mereka dihancurkan, sekolah-sekolah mereka diratakan, dan nyawa mereka terusik oleh ancaman yang konstan. Pemandangan ini menciptakan kemarahan dan kecaman yang meluap dari berbagai penjuru dunia terhadap tindakan Israel.
Perlakuan yang tidak adil terhadap Palestina semakin memperkuat pandangan bahwa Israel telah melanggar hak asasi manusia. Pemukiman ilegal di Tepi Barat dan pembangunan tembok penghalang semakin memperburuk situasi dan menghancurkan peluang untuk mencapai solusi dua negara yang adil.
Konflik ini telah menarik perhatian dunia internasional, tetapi saatnya tindakan nyata dan intervensi dari komunitas global. Kedamaian yang berkelanjutan dan adil tidak dapat dicapai tanpa upaya bersama dari semua pihak yang terlibat.
Kita harus menyadari bahwa konflik ini tidak hanya sekadar masalah politik dan teritorial, tetapi juga melibatkan nyawa manusia yang berharga. Kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya, dan keberhasilan perdamaian hanya akan tercapai melalui dialog, saling pengertian, dan kompromi.
Saat ini, dunia menyaksikan penderitaan yang tak terbayangkan di Palestina. Mari kita bersama-sama mengutuk kekerasan dan berjuang untuk keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Dengan menghormati kemanusiaan dan mendorong dialog yang konstruktif, kita dapat menciptakan langkah-langkah menuju perdamaian yang berkelanjutan dan keadilan yang adil bagi rakyat Israel dan Palestina.
Kita semua memiliki peran penting dalam mendorong upaya perdamaian dan adil. Dengan menciptakan kesadaran global, memperjuangkan hak azasi manusia, dan mempromosikan dialog yang bermakna, kita dapat berkontribusi dalam mengakhiri penderitaan yang berkepanjangan ini. Mari kita bersatu sebagai satu umat manusia untuk memastikan bahwa masa depan Israel dan Palestina membangun kedamaian dan keadilan bagi semua orang. (*)






Posting Komentar