![]() |
| @rofiq, media globe nasional |
Pernahkah terlintas di benak Anda bahwa kata "damai" hanyalah sebuah ilusi? Sebuah kebetulan yang hadir di antara pergolakan dan kekacauan? Pertanyaan ini mungkin terkesan provokatif, namun patut direnungkan di tengah dunia yang penuh dengan konflik dan perpecahan.
Mari kita telusuri sejarah. Apakah perdamaian pernah tercipta tanpa pengorbanan? Tanpa pertumpahan darah? Tanpa perjuangan panjang dan melelahkan? Jarang sekali. Seringkali, perdamaian diraih melalui pertempuran sengit, negosiasi alot, dan kompromi yang pahit.
Bahkan ketika perdamaian terjalin, apakah itu benar-benar abadi? Bukankah benih-benih perselisihan selalu mengintai, siap untuk meledak kapan saja? Di balik senyum diplomasi dan jabat tangan erat, terkadang tersembunyi niat tersembunyi dan rasa permusuhan yang tertahan.
Lalu, apa yang bisa kita harapkan? Apakah kita harus menerima kenyataan pahit bahwa perdamaian hanyalah fatamorgana, sebuah utopia yang tak terjamah?
Tidak. Kita tidak boleh menyerah pada pesimisme. Damai bukan kebetulan, melainkan sebuah pilihan. Pilihan untuk saling menghormati, untuk memahami perbedaan, dan untuk mencari solusi bersama.
Perjalanan menuju perdamaian memang tidak mudah. Diperlukan tekad yang kuat, kesabaran yang tak terhingga, dan komitmen dari semua pihak. Kita harus berani membuka hati dan pikiran, untuk keluar dari zona nyaman dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Mari kita jadikan dialog sebagai senjata utama, bukan kekerasan. Mari kita ubah rasa curiga menjadi rasa saling percaya. Mari kita tanamkan benih perdamaian di dalam hati setiap insan.
Meskipun jalan menuju perdamaian masih panjang dan terjal, percayalah bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil, setiap usaha yang kita lakukan, akan mengantarkan kita pada masa depan yang lebih cerah. Masa depan di mana perdamaian bukan lagi kebetulan, melainkan kenyataan yang diwujudkan oleh tangan-tangan kita bersama.
Ingatlah, damai bukan sebuah hadiah, melainkan sebuah tanggung jawab. Mari kita jaga api perdamaian ini agar terus membara, menerangi jalan kita menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera. (*)





Posting Komentar