Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia melalui Media Globe Nasional
Puluhan Sopir Taksi Hijau Mengadu Nasib ke DPRD Banjarbaru, Izin Trayek Terkatuk di Birokrasi
Redaksimediaglobe
Update:
... menit baca
Dengarkan
Puluhan Sopir Taksi Hijau Mengadu Nasib ke DPRD Banjarbaru, Izin Trayek Terkatuk di Birokrasi
Banjarbaru, 12 Juni 2024 - Puluhan sopir angkutan umum (angkot) di Banjarbaru, yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarbaru, mendatangi Kantor DPRD Banjarbaru pada Senin (10/6) sore. Kedatangan mereka bukan untuk wisata, melainkan untuk mengadu nasib terkait izin trayek yang tak kunjung diperpanjang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru.
Tak hanya datang dengan tangan kosong, para sopir angkutan umum yang akrab disapa taksi hijau ini membawa 'senjata' mereka, yaitu angkot-angkot yang mereka parkir di depan kantor DPRD. Di atas angkot-angkot tersebut, terpasang kertas karton berisi keluhan mereka, bagaikan bendera perlawanan atas birokrasi yang lamban.
Ketua DPC Organda Banjarbaru, Helvin, menjadi juru bicara para sopir yang resah. Helvin menjelaskan bahwa mereka telah mengajukan perpanjangan izin trayek sejak Desember 2023 lalu. Namun, permohonan mereka seolah terjebak dalam birokrasi yang berbelit-belit, tak kunjung mendapatkan tanggapan dari Dishub Banjarbaru.
"Kami sudah berkali-kali menghadap ke kantor Dishub, tapi tak ada tanggapan yang jelas," ungkap Helvin dengan nada kecewa. "Kami hanya ingin kepastian, apakah izin trayek kami bisa diperpanjang atau tidak."
Kekecewaan para sopir tak berhenti di situ. Helvin menuturkan bahwa lambatnya proses perpanjangan izin trayek ini telah berdampak pada penghasilan mereka. "Penghasilan kami menurun drastis karena banyak penumpang yang ragu naik angkot yang izinnya tidak jelas," keluh Helvin.
Kedatangan para sopir taksi hijau ini menjadi tamparan keras bagi Dishub Banjarbaru. Lambatnya proses birokrasi telah menghambat roda ekonomi para sopir dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami berharap DPRD Banjarbaru dapat membantu kami dalam menyelesaikan masalah ini," ujar Helvin. "Kami hanya ingin mencari nafkah dengan tenang, tanpa dihantui rasa cemas karena izin trayek yang tak kunjung diperpanjang."
Suara para sopir taksi hijau ini bagaikan teriakan lantang yang menggema di ruang sidang DPRD Banjarbaru. Teriakan yang menuntut solusi, teriakan yang menggemakan keresahan, dan teriakan yang berharap akan perubahan.
DPRD Banjarbaru pun didesak untuk segera mengambil langkah tegas. Birokrasi yang lamban dan berbelit-belit harus segera dibenahi. Kehidupan para sopir taksi hijau yang bergantung pada izin trayek tak boleh dibiarkan terkatuk dalam birokrasi yang tak berujung pangkal. (*)
Media Globe Nasional Ini merupakan media yang bergerak dalam hal Kontrol sosial, Baik pemerintah maupun swasta. Dan media ini juga sebagai wahana komunikasi masa
Posting Komentar