![]() |
| Afroz Khan |
Ketika ditemui di area pasar pascakebakaran, Afroz terlihat membagikan makanan siap saji dan obat-obatan kepada para pedagang yang terdampak. Tidak banyak bicara, tidak pula menuntut perhatian. Langkahnya kecil, namun pesannya besar.
Afroz merupakan putra dari Azam Khan, seorang pengacara nasional. Namun pada hari itu, ia tidak datang sebagai “anak tokoh”, melainkan sebagai seorang anak yang sedang belajar tentang kemanusiaan dan tanggung jawab sosial.
Dengan nada tenang, Afroz menyampaikan pesan penguatan kepada para korban kebakaran.
“Sabar dan terus beristigfar. Insya Allah, Allah pasti mengganti dengan yang terbaik. Allah Maha Mengetahui,” ucap Afroz, Kamis, (18/12).
Menurut keterangan keluarga, kehadiran Afroz di lokasi bencana bukan sekadar kegiatan simbolik. Ia didorong untuk memahami bahwa pendidikan moral dan kepedulian sosial harus berjalan seiring dengan pendidikan formal.
Di tengah puing-puing kios Pasar Induk Kramat Jati, langkah Afroz menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tidak menunggu usia dewasa. Bahwa empati bisa tumbuh sejak dini, jika ditanamkan dengan contoh, bukan sekadar nasihat.
Bagi Afroz, berbagi bukan soal jumlah, melainkan soal niat. Dan di tengah musibah besar, niat kecil itu justru terasa paling berarti.






Posting Komentar