Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumenep, unsur Polres Sumenep, Satpol PP, serta perwakilan TNI. Sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku seni tampak duduk bersama menyaksikan rangkaian pentas yang digelar gratis untuk publik.
Dalam pernyataannya, Azam Khan menyampaikan doa bagi para korban meninggal dunia serta menyerukan kepedulian negara terhadap dampak kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam.
“Negara dan rakyat sangat dirugikan dalam bencana ini. Kerusakan hutan dan eksploitasi yang membabi buta harus menjadi perhatian serius,” ujar Azam Khan di hadapan publik.
Ia juga menyinggung perlunya peran pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan tanggung jawab pihak-pihak yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem, sekaligus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik di wilayah terdampak.
Usai pembacaan pernyataan sikap, acara dilanjutkan dengan penampilan seni dan musik hingga malam hari. Kehadiran aparat dan pejabat daerah dalam kegiatan tersebut menjadikan Pentas Seni untuk Negeri tidak hanya sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai forum penyampaian pesan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan itu menegaskan bahwa panggung seni di ruang publik dapat menjadi medium refleksi bersama, di mana hiburan, doa, dan pesan moral bertemu dalam satu ruang yang sama.
(fiq)







Posting Komentar