no fucking license
Bookmark

Tragedi WhatsApp di Demak: Saat Amarah Orang Tua Berujung Maut, Di Mana Ruang Aman Bagi Anak?

 

MEDIA GLOBE NASIONAL DEMAK – Kabar duka yang menyayat hati menyelimuti Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berusia 12 tahun ditemukan tewas mengakhiri hidup di dalam rumahnya pada Kamis (12/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Tragedi ini bukan sekadar berita kriminal biasa, melainkan sebuah peringatan keras tentang rapuhnya kesehatan mental anak di tengah pola asuh era digital.

Hasil penelusuran mengungkap fakta memilukan. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban diketahui sempat membagikan tangkapan layar percakapan di aplikasi WhatsApp. Pesan tersebut berisi rentetan amarah dari sang ibu yang ditujukan kepadanya. Jejak digital inilah yang diduga menjadi beban psikologis berat bagi jiwa anak yang baru menginjak usia remaja tersebut.

Analisis Hukum dan Kemanusiaan

Media Globe Nasional (MGN) menyoroti bahwa kejadian ini adalah puncak gunung es dari lemahnya perlindungan anak di ranah domestik. Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan psikis.

Kekerasan verbal, meski tidak meninggalkan luka fisik, mampu menghancurkan mekanisme pertahanan diri seorang anak. Dalam perspektif sosiologi komunikasi, penyampaian amarah melalui pesan teks seringkali terasa lebih dingin dan mengintimidasi karena tidak adanya ekspresi wajah yang menenangkan, sehingga anak merasa terpojok tanpa jalan keluar.

Bukan Sekadar Sensasi, Tapi Edukasi

Tragedi ini menuntut negara dan masyarakat untuk hadir. Birokrasi pendidikan dan Dinas Perlindungan Anak tidak boleh hanya sibuk dengan seremonial administratif. Kasus di Demak membuktikan bahwa pendampingan psikologis dan literasi parenting bagi orang tua di tingkat desa adalah kebutuhan yang mendesak, bukan lagi sekadar pilihan.

Sebagai media yang berfokus pada kebenaran dan ilmu pengetahuan, MGN mengajak publik untuk berhenti sejenak dan berefleksi: Apakah kita sudah memberikan telinga untuk mendengar, atau hanya mulut untuk menghakimi anak-anak kita?

POJOK EDUKASI MGN:

Pentingnya Kesehatan Mental: Depresi tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak usia sekolah sangat rentan terhadap tekanan emosional dari lingkungan terdekat.


Literasi Digital: Ponsel dan aplikasi pesan harus digunakan sebagai sarana penyambung kasih sayang, bukan sebagai alat intimidasi atau kekerasan verbal.


Hak Anak: Sesuai Pasal 28H UUD 1945, setiap warga negara, termasuk anak-anak, berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan aman untuk tumbuh kembangnya.


Redaksi Media Globe Nasional

Melaporkan dengan Hati, Mengedukasi dengan Ilmu.

Penulis: [Rofiq]

Editor: Dewan Redaksi MGN

Posting Komentar

Posting Komentar