![]() |
| Azam Khan, Advokat Berdarah Madura |
Namun, bagi Azam Khan, keriuhan berita perang internasional ini menyimpan sisi gelap bagi penegakan hukum di dalam negeri. Advokat berdarah Madura yang dikenal ulet ini menangkap adanya anomali dalam atensi publik. Ia menilai, banjir informasi mengenai strategi perang dan diplomasi global telah menjadi tirai yang menutupi isu-isu krusial domestik.
Secara spesifik, Azam menunjuk pada kasus gugatan ijazah palsu yang telah bergulir selama bertahun-tahun. Dalam pandangannya, kasus yang menyangkut integritas pucuk pimpinan nasional tersebut kini seolah menguap begitu saja dari radar pemberitaan utama.
"Kasus ijazah palsu ini sekarang tertutup karena media apa pun masih menyoroti kasus internasional, terutama masalah perang ini," tegas Azam Khan.
Kritik Azam Khan menjadi tamparan bagi industri media nasional. Ia mensinyalir adanya pengalihan isu yang sistematis, di mana publik digiring untuk terus menatap ke luar negeri sementara persoalan di "dapur" sendiri dibiarkan tanpa kepastian hukum.
Bagi Azam, solidaritas untuk Iran adalah kewajiban kemanusiaan, namun menuntut kejelasan atas gugatan ijazah palsu adalah kewajiban sebagai warga negara yang patuh hukum. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kehilangan fokus pada integritas kepemimpinan nasional hanya karena tersedot oleh narasi perang yang tak berkesudahan.
Hingga berita ini diturunkan, audiensi di Kedubes Iran masih berlangsung, sementara di sisi lain, publik kembali ditantang: apakah mereka akan terus terhanyut dalam euforia berita internasional, atau mulai menagih kembali janji transparansi hukum yang kini sepi dari sorotan.
fiq






Posting Komentar