![]() |
| "PANTAU FASILITAS: (Dari kiri ke kanan) Jajaran manajemen RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Siahaan, S.H., MARS., MH (Direktur Pelayanan), Azam Khan (Advokat), dan Zamrud saat meninjau alur pelayanan terpadu di gedung Cagar Budaya RS Kemenkes, Jalan Indrapura, Surabaya." |
Langkah responsif ini bukan sekadar seremoni. Sang Direktur, didampingi jajaran manajemen serta tim hukum dari Advokat Azam Khan & Partner, turun ke lapangan untuk memastikan "Pelayanan Terpadu" bukan sekadar slogan di atas kertas. Mereka menyisir ruang tunggu hingga ruang periksa, memastikan setiap pasien mendapatkan hak medisnya secara prima dan transparan.
ANTARA MODERINITAS DAN CAGAR BUDAYA
Rumah sakit ini menyimpan memori panjang yang melintasi zaman. Jauh sebelum proklamasi kemerdekaan berkumandang, kompleks bangunan ini sudah berdiri tegak sebagai episentrum kesehatan kulit dan kelamin di tanah Jawa.
"Rumah sakit ini adalah rumah sakit lama. Sebagian besar areanya adalah Cagar Budaya yang harus kita jaga kelestariannya," ujar Direktur RS Kemenkes Jawa Timur di sela-sela pemantauannya.
Ia menekankan bahwa meski bangunan ini merupakan warisan sejarah (heritage), standar pelayanan yang diberikan haruslah yang terdepan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Sinergi dengan Advokat Azam Khan & Partner menjadi bukti bahwa aspek legalitas dan perlindungan hak pasien menjadi pilar utama dalam operasional rumah sakit rujukan nasional ini.
RESPONSIF DEMI PASIEN
Kehadiran jajaran direksi di garda terdepan pelayanan bertujuan untuk memangkas birokrasi yang kaku. Dengan memantau langsung, setiap kendala yang dihadapi pasien di lapangan dapat segera dicarikan solusinya secara real-time.
Pantauan Media Globe Nasional di lokasi menunjukkan bahwa meski arus pasien mengalir deras, suasana tetap kondusif. Arsitektur lama yang estetik memberikan kenyamanan psikologis bagi pasien, sembari tetap menikmati fasilitas medis yang terus diperbaharui oleh Kementerian Kesehatan.
Komitmen ini membawa pesan kuat: RS Kemenkes Surabaya tidak hanya merawat fisik pasien, tetapi juga merawat sejarah kesehatan bangsa melalui pelayanan yang humanis dan berintegritas.
Editor: [Rofiq]
Kontributor: Zamrud






Posting Komentar