no fucking license
Bookmark

H. M. Rafiq Zarif Khan Berpulang di Usia 86 Tahun, Azam Khan: Semua Manusia Akan Berakhir Seperti Ini

Azam Khan menyampaikan pesan kepada keluarga dan para pelayat di sisi makam ayahandanya, H. M. Rafiq Zarif Khan, usai prosesi pemakaman di Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). Dalam pesannya, Azam mengingatkan tentang kepastian kematian dan pentingnya terus melakukan kebaikan sebagai bekal pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah SWT.
SUMENEP, Media Globe Nasional — Kabar duka menyelimuti keluarga besar H. M. Rafiq Zarif Khan. Ayahanda dari Azam Khan, mantan Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), sekaligus orang tua dari Zamrud Khan, Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang (P2NOT) Provinsi Jawa Timur, berpulang ke rahmatullah pada Jumat, 7 Agustus 2026.

H. M. Rafiq Zarif Khan mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. H. Moh. Anwar, Sumenep, sekitar pukul 11.00 WIB, sebelum pelaksanaan salat Jumat. Almarhum berpulang dalam usia 86 tahun.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan masyarakat yang mengenalnya. Bagi keluarga, H. M. Rafiq Zarif Khan bukan hanya seorang ayah, tetapi juga sosok yang menjadi motivator dan spirit hidup bagi anak-anak serta orang-orang di sekitarnya.

Jenazah almarhum kemudian dimakamkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di Sumenep, Jawa Timur.

Pesan Azam Khan di Sisi Makam Sang Ayah

Usai prosesi pemakaman, Azam Khan sebagai anak pertama menyampaikan pesan kepada keluarga dan para pelayat di sisi makam ayahandanya.

Dalam suasana duka tersebut, Azam mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dihadapi setiap manusia. Menurutnya, sejak Nabi Adam hingga manusia di akhir zaman, kehidupan pada akhirnya akan bermuara pada pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

"Semua manusia akan berakhir seperti ini. Sejak Nabi Adam sampai kapan pun, akan dimintai tanggung jawab oleh Allah SWT semenjak dia hidup. Ini bukan persoalan yang kecil," ujar Azam dalam pesannya di makam almarhum.

Azam juga berpesan kepada anak-anaknya agar menjadikan kehidupan sebagai kesempatan untuk terus melakukan kebaikan. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui secara pasti kapan batas kehidupannya akan berakhir.

"Oleh karena itu, kebaikan itu terus kamu lakukan dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan," pesan Azam kepada anak-anaknya.

Menurut Azam, kebaikan yang dilakukan seseorang selama hidup pada akhirnya akan memiliki makna ketika tiba waktunya manusia mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan Allah SWT.

Ia pun mengenang pesan sang ayah yang menurutnya akan terus menjadi pegangan bagi keluarga.

"Dengan kebaikan ini, kamu akan rasakan kelak kalau sudah sampai saatnya," kata Azam, mengenang pesan almarhum.

Kepergian H. M. Rafiq Zarif Khan dengan demikian tidak hanya menjadi momentum duka bagi keluarga. Pemakaman tersebut juga menjadi ruang refleksi tentang kehidupan, kematian dan tanggung jawab manusia atas setiap perbuatan yang dilakukan selama hidup.

Keluarga Mohon Maaf

Atas nama keluarga, disampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep apabila selama hidup almarhum terdapat tutur kata, sikap maupun perbuatan yang kurang berkenan.

Keluarga juga memohon doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafan dan kesalahannya diampuni, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

"Selamat jalan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di surga-Nya. Insyaallah jannah baginya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin."

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Semoga H. M. Rafiq Zarif Khan husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal 'Alamin. (*)

Posting Komentar

Posting Komentar