Hadir membuka acara mewakili Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep beserta jajaran Forkopimda (Dandim, Kapolres, Kejari, Pengadilan Negeri) dan para Kepala OPD. Kehadiran jajaran birokrat daerah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan ajang kreasi busana Sweet Model ke dalam Kalender Event Tahunan Parawisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumenep selama empat tahun berturut-turut.
Panggung Kehormatan dan Puncak Apresiasi Talenta Dalam momen puncak pergelaran di atas panggung, Pendiri sekaligus Pemilik (Owner) Sweet Model, Azam Khan, SH, MH—yang juga advokat nasional berdomisili di Jakarta—tampil memegang mikrofon memimpin jalannya apresiasi bagi para putri berprestasi. Tampak hadir pula bintang tamu musisi ternama asal Mumbai, India, Ashish Thandani, bersama penyanyi Dafa Wijaya, serta jajaran model berselempang kejuaraan seperti Elmira yang mewakili deretan talenta kebanggaan Madura di kancah nasional.
Kawah Candradimuka, Ribuan Trofi, dan Legalitas Hukum Dalam narasi pembuka yang dibawakan oleh duo MC panggung, Febiona dan rekannya, terungkap perjalanan panjang 32 tahun Sweet Model sebagai satu-satunya agensi model di Madura yang berbadan hukum resmi sejak tahun 2000. Agensi ini tercatat telah melahirkan talenta kelas nasional, mulai dari kontestan Puteri Indonesia hingga Juara 1 Puteri Muslimah Indonesia asal Sumenep.
"Jika dulu Sweet Model telah mencetak bintang-bintang nasional yang kini berkarir di luar daerah, malam ini di panggung ini kita menyaksikan lahirnya bibit-bibit baru generasi Gen Z," ujar pembawa acara di atas panggung. Pihak penyelenggara mencatat, tak kurang dari 2.000 trofi dan ribuan sertifikat kejuaraan dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional telah disabet oleh para alumnus Sweet Model sejak berdiri tahun 1994.
Akulturasi Budaya dan Ruang Ekspresi Gen Z Azam Khan menjelaskan alasan historis di balik pemilihan tema Bollywood. Menurutnya, estetika, musik, dan tarian Madura memiliki jalinan sejarah yang sangat erat dengan peradaban India, Arab, dan Cina melalui jalur perdagangan ratusan tahun silam.
"Jarang sekali ajang fashion show non-kompetisi berani menampilkan lebih dari 30 model sekaligus di atas catwalk. Namun malam ini, kita tampilkan puluhan model Gen Z untuk menghidupkan kembali ingatan historis akulturasi budaya tersebut dalam balutan busana modern," pukas Azam Khan.
Pergelaran ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah gempuran modernisasi, generasi muda Sumenep mampu menyalurkan bakat dan kreativitasnya secara positif melalui wadah seni yang profesional, teruji, dan berlegalitas hukum.
Onliner : Redaksi / Laporan Khusus Budaya & Ekonomi Kreatif






Posting Komentar