no fucking license
Bookmark

Cegah dan Minimalisir Pengaruh Paham Radikalisme


GlOBENEWS_BANYUWANGI, KALIPURO.  Madrasah Sanawiyah Daruttarbiyah Desa Kelir, kalipuro, Banyuwangi pada tanggal 29 November 2018, pagi 08.00 menggelar maulud nabi Muhammad Saw dengan tema, Cegah dan Minimalisir Pengaruh Paham Radikalisme.

Ustadz Achmad Yani dalam tausiyahnya, bahwa masalah radikalisme akhir-akhir ini memang sudah marak terjadi di mana-mana termasuk di pelosok Nusantara. Dan, radikalisme ini merupakan suatu pemahaman baru yang di buat oleh pihak tertentu mengenai sesuatu hal yang radikal. Dan lagi masuknya radikalisme itu salah satunya lewat agama, sosial atau pergaulan  dan politik.

"Di dalam berbagai tindakan teror yang tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku radikal dalam upaya untuk mencapai sebuah perubahan" tandasnya.

Sementara itu, Bapak Kepala sekolah Mts Daruttarbiyah Hariyanto ,Spd, saat di wawancarai media Globe News, ia menjelaskan, akan terus memberikan pemahaman kepada siswa dan siswinya berupa Paham paham radikalisme.

"karena tahun ini sudah banyak sekali faham-faham yang mengalir, dan itu perlu kami sampaikan kepada anak-anak siswa, bahwa faham itu bisa di antisipasi dengan cara yang melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti halnya peringatan maulud nabi Muhammad Saw. oleh karena itu kita harus memberikan cara sedini mungkin kepada anak-anak sehingga bisa di antisipasi penyebar luasan yang terjadi, khususnya kepada anak-anak bangsa sebagai generasi penerus" harapnya.

Untuk itu, masih Hariyanto, mari kita mengenang dan mengingat kembali kalau kita ini punya pemimpin yang rahmatan Lil a'lamin pemimpin yang bisa menyejukkan hati pemimpin yang bisa membawa semuanya, kita kenalkan pada anak anak

"kalau tidak di kenalkan mulai dini di kawatirkan nanti lupa sehingga kita ingatkan kembali bahwa hari ini hari lahirnya beliau pemimpin besar dunia yang harus dikenal oleh anak anak sehingga menjadi panutan" terangnya lagi

Penjelasannya lagi, kegiatan rutin maulud nabi ini merupakan hari besar agama islam.

"kita harus merayakan sebagai bentuk bukti bahwa anak-anak ini satu cinta damai yang kedua cinta ketenangan cinta kerabat cinta umat dan khususnya cinta nabi Muhammad Saw" pungkasnya. Ad^lh/ GLOBENEWS.