GLOBE NASIONAL -Jakarta, 8 September 2024 -Pernyataan Refly Harun (10/5) tentang fungsi kontrol DPR yang melemah saat partai berkoalisi dengan pemerintah menimbulkan perdebatan panas di media sosial. Cuitan Refly yang mengatakan bahwa "bila partai telah berkoalisi dengan pemerintah dan itu mayoritas, dewan bakal melempem, bakal ikut Pemerintah, fungsi kontrol juga lepas" menarik perhatian banyak warganet.
Cuitan Refly mendapat respon positif dari banyak warganet yang sepakat dengan pendapatnya. Beberapa warganet menilai bahwa DPR saat ini lebih bersifat "tukang stempel" dan tidak berani menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintah.
"Kira-kira begitu dengan gaji dan fasilitas wah," tulis salah satu warganet.
"Depeer mah PENJILAT PENGHAMBA PENGHIANAT KABEH!!," tulis warganet lainnya dengan nada kecewa.
Beberapa warganet menyerukan agar partai politik tetap bersikap kritis terhadap pemerintah dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming kekuasaan.
"RAKYAT MENGINGATKAN PARTAI @FPKSDPRRI , @PKSejahtera UTK TAJAM JELI MELIHAT PERMASALAHAN BANGSA SAAT INI YG SUNGGUH DIAMBANG KEHANCURAN. JGN MUDAH TERGODA IMING2 PEMERINTAHAN YG BARU KRN PENUH TIPU DAYA. TETAP DI JLN OPOSISI BERSAMA RAKYAT JELATA DLM MENGONTROL KEBIJAKAN2 KEDPN," tulis salah satu warganet.
Beberapa warganet menyarankan agar sistem politik diubah agar DPR dapat berfungsi secara optimal.
"Sebaiknya semua partai politik di bubar kan di ganti dengan di bentuknya parlemen yang isi nya orang orang ber Akhlak dan ber ilmu," tulis salah satu warganet.
"Kalo mayoritas mau koalisi, mari kita cabut mandat yg kita berikan ke DPR, dengan kata lain bubarkan DPR," tulis warganet lainnya.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli terhadap kinerja DPR dan mengharapkan DPR dapat berfungsi sebagai pengawas pemerintah yang berani dan bertanggung jawab.






Posting Komentar