no fucking license
Bookmark

Sumenep "Hitam" Narkoba: Direktur P2NOT Desak Aparat Tak Main Mata

 

Zamrud
MEDIA GLOBE NASIONAL -SURABAYA – Alarm bahaya narkotika di ujung timur Pulau Madura kian melengking. Belum usai teka-teki tak bertuan atas temuan 50 kilogram sabu-sabu di Kepulauan Masalembu beberapa waktu lalu, publik kembali dikejutkan dengan penemuan paket diduga kokain seberat 27,83 kilogram.

Rentetan temuan barang haram dalam jumlah fantastis ini memicu kritik pedas dari Direktur P2NOT (Pencegahan Narkotika dan Obat-obat Terlarang) Provinsi Jawa Timur. Ia menilai, Kabupaten Sumenep kini bukan lagi sekadar zona merah, melainkan sudah berstatus zona hitam peredaran narkotika.

"Ini sungguh mengkhawatirkan. Sumenep sudah masuk zona hitam," tegas sang Direktur dalam keterangannya kepada media.

Kritik Pedas Terhadap Aparat

P2NOT menyoroti kegagalan aparat penegak hukum (APH) dalam membongkar aktor intelektual di balik penyelundupan barang haram tersebut. Menurut mereka, fakta bahwa narkotika dalam skala besar ditemukan oleh warga menunjukkan lemahnya fungsi intelijen dan penindakan di lapangan.

Kinerja kepolisian pun dituding belum menyentuh akar masalah. Penemuan barang bukti yang bersifat "kebetulan" atau berdasarkan laporan masyarakat, tanpa adanya penangkapan bandar besar, dianggap sebagai bukti nyata ketidakmampuan aparat.

"Bukti nyata bahwa Aparat Penegak Hukum sudah tidak mampu lagi mengungkap jaringan bandar narkoba di Sumenep dan sekitarnya," cetus Direktur P2NOT Jawa Timur Selasa, (14/4).


Isapan Jempol Komitmen Baru

Meski Kapolres Sumenep yang baru dilantik menyatakan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk peredaran narkotika, P2NOT menanggapi hal tersebut dengan nada skeptis. Bagi mereka, janji tersebut tak lebih dari sekadar retorika klasik jika tidak dibarengi dengan hasil konkret.

"Bagi kami, itu baru isapan jempol. Mengapa? Karena semua temuan big size (skala besar) itu awalnya justru informasi dari masyarakat, bukan murni hasil pengembangan kepolisian," tambahnya.

P2NOT mendesak agar para penegak hukum tidak "main mata" dengan para bandar. Transparansi dalam penyelidikan temuan puluhan kilogram kokain dan sabu tersebut kini menjadi pertaruhan kredibilitas kepolisian di mata warga Madura. Jika tetap gelap, maka label "zona hitam" akan sulit dilepaskan dari wilayah tersebut.

(zkn)

Posting Komentar

Posting Komentar