Foto: Telaga Pegat di Kebomas, Gersik
JAWA TIMUR
Pada minggu 06/01/2019, tim ekspedisi Media Globe tersaji cerita oleh beberapa macam narasumber tentang Danau yang disebut Telaga Pegat, Kurang lebih 300 meter dari makam kramat sunan Giri, desa Sidomukti, kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik.
Tim mulai mewawancari narasumber di area kawasan telaga.
foto: Pak Naim Menurut Didik 49 tahun, Warga Sidomukti, Telaga pegat ini dibuat oleh ribuan orang yang dipimpin Raden Paku ( Sunan Giri ) beberapa abad yang lalu. Dan, keberadaanya ada di bukit.
Dikatakan Telaga Pegat menurutnya, terletak diantara dua bukit yaitu bukit Gunung Sari dan bukit Gunung Anyar
Sedangkan sumber lain, Naim ( 58), warga Klangonan, yang sudah 30 tahun menempat di sekitar telaga, menurut ceritanya, dulu Sunan Giri atau Ainul yakin ( nama dewasa, red ) yang menempati kedaton puncak Gunung Sari dalam siar agama islam sulit untuk mecari air.
"Tanahnya tandus. Apalagi di waktu musim kemarau". Katanya.
Akan tetapi, masih cerita Naim, ada satu sumber air besar yang bisa banjir apabila musin penghujan. Dan membuat ketakutan bagi warga desa yang berada di bawah bukit. Maka oleh Sunan Giri sumber air itu di tutup dengan menggunakan Gentong berwana kuning ke emasan atau "Gentong Emas". Akhirnya jadilah Telaga.
"Bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan wudhu, mandi dan lain2 sampai sekarang. Telaga itu, ada saluran pembuangan air terus ke laut" jelasnya.
Foto : Orang Mandi
Dia juga meyakini, bahwa Telaga tersebut airnya memiliki khasiat yang luar biasa, dapat di gunakan untuk mengobati penyakit kulit serta gatal-gatal. Dan, di area telaga, orang jangan sampai ngumbar suara (asal ngomong, red) yang tidak-tidak.
"Dulunya di Telaga ini angker banyak mahluk goib. Yang masuk kesini harus mengucapkan uluk salam sebagai sala satu syarat, biar gk terjadi hal-hal yang tidak di inginkan" Pungkasnya. (JP/ GLOBENEWS)






Posting Komentar