![]() |
| FOTO : AZAM KHAN dan Dubes Zahid Hafeez Chaudhri di dalam Kedutaan Pakistan, Kuningan Jakarta. |
Sambil dikerumuni awak media, Azam Khan mengungkap fakta mengejutkan yang selama ini tersimpan rapi dalam laci diplomasi internasional. Pakistan, menurut Azam, bukan sekadar tetangga bagi Iran atau mitra bagi Washington, melainkan "Arsitek Utama" di balik layar yang berhasil mencegah pecahnya perang terbuka antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel.
Gencatan Senjata Dua Minggu: Hasil Diplomasi Sunyi
Dalam sesi wawancara yang berlangsung hangat namun serius tersebut, Azam membeberkan bahwa Pakistan telah menjalankan peran sebagai mediator ulung selama dua pekan terakhir. Langkah ini sangat krusial di tengah memanasnya bara api di Timur Tengah yang mengancam stabilitas global.
"Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Pakistan membuktikan kapasitasnya sebagai mediator tunggal yang mampu menengahi kepentingan tiga negara superpower. Gencatan senjata yang terjadi saat ini adalah buah dari keteguhan Islamabad dalam menjaga komunikasi dua arah," tegas Azam Khan kepada wartawan Media Globe Nasional, kamis (9/04).
Dari Jakarta Menuju Islamabad
Keberhasilan gencatan senjata selama dua minggu ini, menurut Azam, hanyalah babak awal. Dari hasil bincang-bincangnya dengan Dubes Zahid Hafeez Chaudhri, terungkap bahwa upaya perdamaian permanen akan segera dilanjutkan di meja perundingan yang lebih besar di Islamabad, Pakistan.
Pakistan dianggap memiliki "kartu truf" yang tidak dimiliki negara lain: kepercayaan dari Teheran sekaligus akses langsung ke Gedung Putih. Posisi ini menjadikan Islamabad sebagai satu-satunya aktor yang bisa menekan tombol "jeda" di saat mesin perang sudah mulai panas.
Peran Dahsyat di Balik Krisis Global
Langkah Pakistan ini dinilai Azam Khan sebagai tamparan bagi skeptisisme Barat terhadap kekuatan diplomasi negara-negara Asia. Ia menyebut peran Pakistan sangat dahsyat karena mampu merangkul kubu-kubu yang secara ideologis dan politik saling berseberangan.
"Pakistan memiliki peran dahsyat untuk memperdamaikan kubu-kubu tiga negara super power yang sedang perang. Ini prestasi dunia," lanjutnya.
Wawancara berakhir dengan penegasan Azam Khan mengenai pentingnya dukungan internasional terhadap langkah Pakistan tersebut. Dunia kini menanti, apakah "Misi Islamabad" nantik akan menjadi garis akhir dari perseteruan panjang di Timur Tengah.
"Zindabad Pakistan!" tutup Azam Khan sembari masuk ke dalam kendaraannya, meninggalkan kompleks kedutaan yang kini menjadi sorotan mata dunia. (TIM INVESTIGASI)






Posting Komentar