Kritik tajam datang dari Direktur P2NOT, Zamrud Khan. Dalam wawancara khusus dengan Media Globe Nasional, Zamrud menyoroti kegagalan sistemik yang terjadi di tubuh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur.
"Jalur laut Sumenep ini sudah menjadi jalur nyaman. Temuan jumlah besar oleh warga adalah bukti nyata bahwa aparat, baik Polda Jatim maupun BNN Jatim beserta jajarannya, sedang dalam kondisi yang sangat lemah," ujar Zamrud dengan nada getir.
Lumpuhnya Pengawasan
Bagi Zamrud, fakta bahwa masyarakat sipil yang justru menemukan barang bukti tersebut merupakan sebuah ironi besar. Hal ini menunjukkan adanya mata rantai pengawasan yang putus. Ia menilai instrumen intelijen dan patroli perairan yang dimiliki penegak hukum seolah tidak berfungsi dalam mendeteksi pergerakan sindikat yang membawa muatan jumbo.
"Mereka seolah sudah tidak mampu lagi menjalankan mandat utamanya. Peredaran dalam jumlah besar ini seperti tidak tampak oleh mata penegak hukum, padahal barangnya ada dan nyata," tambahnya.
Tantangan Transparansi
Narasi yang berkembang di lapangan menyiratkan adanya ruang gelap yang gagal diterangi oleh aparat. Kegagalan mendeteksi masuknya narkotika lewat jalur laut Sumenep mengindikasikan dua hal: keterbatasan armada atau tumpulnya sensitivitas terhadap pola peredaran baru.
Kini, bola panas berada di tangan otoritas terkait. Jika jalur-jalur tikus di Sumenep tetap dibiarkan "sunyi" tanpa pengawasan ketat, Jawa Timur diprediksi akan terus menjadi pasar empuk bagi sindikat narkotika yang kian berani menantang hukum.





Posting Komentar